Siber99news.com // PESAWARAN — Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 16 Gedongtataan, Desa Cipadang, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, dinilai sangat memprihatinkan. Bagian atap dan plafon koridor terlihat rusak parah, banyak yang copot dan jebol, sedangkan rangka kayunya sudah lapuk dan rapuh, berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru.
Berdasarkan peninjauan langsung awak media ke lokasi pada Jumat (12/6/2026), kerusakan struktur bangunan terlihat nyata. Bagian langit-langit koridor hampir ambruk, lapisan penutupnya terkelupas, dan penyangga kayu terlihat keropos dimakan usia serta cuaca. Dinding catnya pun banyak mengelupas, memperparah tampilan fisik sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk belajar.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar dari masyarakat dan warga sekitar: Di mana alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk perawatan dan perbaikan fasilitas pendidikan?
"Saat kami lihat langsung, kondisinya memang memiriskan hati. Kami bingung sebenarnya dana BOS yang diterima sekolah ini setiap tahunnya digunakan untuk apa? Apakah hanya untuk keperluan administrasi semata, sehingga perbaikan gedung terabaikan hingga sedemikian rupa," ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak disebutkan.
Ia menambahkan, kerusakan yang dibiarkan terus berlanjut bukan hanya merusak kenyamanan belajar, tetapi memiliki risiko keselamatan yang tinggi. Angin kencang atau hujan deras sewaktu-waktu dapat membuat sisa rangka plafon yang rapuh itu jatuh dan menimpa siapa saja yang lewat di bawahnya.
SDN 16 Gedongtataan berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran dan tercatat berstatus terakreditasi, namun kondisi fisiknya justru bertolak belakang dengan standar layanan pendidikan yang layak.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola sekolah maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran belum memberikan penjelasan resmi terkait alokasi dana serta rencana perbaikan mendesak atas kerusakan bangunan tersebut. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memastikan penggunaan dana pendidikan tepat sasaran demi keamanan dan kenyamanan generasi penerus bangsa. (Tim)


