Rasa aman jadi fondasi pembangunan, satlinmas Diminta perkuat kesiapsiagaan

Redaksi
Oleh

Siber99news com,BANDAR LAMPUNG, Jumat, 25 September 2026 — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa rasa aman merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi tidak akan berjalan secara maksimal apabila masyarakat masih hidup dalam kekhawatiran dan ketidakpastian.

 


"Tidak ada pembangunan tanpa keamanan. Tidak ada investasi tanpa ketertiban. Tidak ada desa, kampung, maupun kelurahan yang dapat berkembang bilamana masyarakatnya hidup dalam rasa cemas," ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Kemah Bhakti Satya Linmas di Lapangan Kepayang, Bumi Perkemahan Pramuka, Bandar Lampung, Jumat, 25 September 2026.

 


Gubernur menyampaikan bahwa Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) menempati posisi yang sangat strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat. Anggota Satlinmas kerap menjadi pihak pertama yang mengetahui permasalahan di lingkungan, sekaligus hadir di barisan terdepan ketika masyarakat membutuhkan bantuan dan perlindungan.

 


"Saudara-saudara sekalian adalah mereka yang pertama mengetahui ketika ada persoalan, yang pertama hadir ketika terjadi bencana, dan yang pertama menjaga agar kehidupan di desa maupun kelurahan tetap berjalan tertib dan baik," tegas Gubernur.

 


Lebih lanjut, peran Satlinmas saat ini tidak hanya terbatas pada pengamanan lingkungan. Merujuk pada Permendagri Nomor 11 Tahun 2023, Satlinmas juga menjadi bagian dari pelayanan publik kepada masyarakat dengan pendekatan yang humanis dan penuh kehati-hatian. Anggota diharapkan mampu menenangkan warga ketika terjadi persoalan, memberikan perlindungan saat terdapat ancaman, serta turun membantu penanganan berbagai situasi yang memerlukan penanganan bersama.

 


Kegiatan Kemah Bhakti Satya Linmas ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sarana untuk membangun kedisiplinan, meningkatkan kemampuan diri, memperkokoh kekompakan, serta menyiapkan kesiapsiagaan menghadapi tantangan yang semakin beragam di masa mendatang.

 


"Di sinilah kita membangun kedisiplinan, membangun kemampuan, memperkokoh persaudaraan, dan memperkuat kesiapan diri. Sebab tantangan ke depan tidak akan semakin ringan, maka kita harus terus bersiap dan memantapkan langkah," ucap Gubernur.

 


Dalam kegiatan tersebut, Gubernur juga melakukan pengukuhan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Kota Bandar Lampung, DPC Aslinmas se-Provinsi Lampung, serta DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Kota Bandar Lampung. Pengukuhan ditandai dengan penyematan tanda pengenal dan penyerahan bendera pataka kepada Ketua Aslinmas Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana.

 


Gubernur menekankan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen untuk memperbarui komitmen dalam melayani masyarakat serta mendorong kemajuan desa dan kelurahan.

 


"Bukan sekadar kegiatan seremonial, bukan hanya memasang pin atau menyerahkan pataka, melainkan hari ini kita berjanji kembali: setelah pulang dari tempat ini, ada amanah yang harus dijaga, ada masyarakat yang harus kita layani dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

 


Pemerintah Provinsi Lampung senantiasa mendorong pembangunan yang berakar dari desa dan kelurahan. Penguatan di tingkat paling bawah diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan daerah secara keseluruhan.

 


"Kami dari Pemerintah Provinsi Lampung terus melangkah membangun dari desa, karena kami yakin: desa dan kelurahan yang kuat akan menjadikan Lampung yang kuat," ucap Gubernur.

 


Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Farid Ahmad, menyampaikan bahwa penguatan masyarakat dari tingkat paling bawah sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pemerataan pembangunan berbasis desa untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan.

 


"Salam hormat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini selaras dengan Asta Cita keenam, yaitu pembangunan dimulai dari desa, dari bawah, untuk memperkuat pemerataan ekonomi serta mempercepat pemberantasan kemiskinan," ungkap Raffi.

 


Satlinmas disebut sebagai kekuatan masyarakat yang memiliki kedekatan langsung dengan warga, sehingga keberadaannya sangat berharga dalam menjaga ketenteraman sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan. Raffi juga mengajak generasi muda untuk ikut berperan aktif melalui kegiatan deteksi dini, pencegahan, penyuluhan, pengamanan, penanganan bencana, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

 


Jaringan Aslinmas secara nasional telah mencakup lebih dari 1,2 juta anggota, yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjaga ketenteraman di lingkungan masing-masing. Selain itu, peran Badan Permusyawaratan Desa dan Abpednas juga sangat penting dalam mengawal pembangunan agar berjalan transparan, tepat sasaran, dan setiap rupiah anggaran benar-benar bermanfaat bagi rakyat.

 


"Segala hal harus dilakukan secara transparan, tegas, dan memberikan solusi. Yang paling utama, pastikan setiap rupiah anggaran terjaga dan digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat," pesan Raffi.

 


Kegiatan Kemah Bhakti Satya Linmas ini diikuti oleh 1.260 anggota dari 126 kelurahan se-Kota Bandar Lampung. Sinergi yang terjalin antara Satlinmas, pemerintah desa dan kelurahan, aparat keamanan, serta unsur masyarakat sipil diharapkan dapat mempererat pelayanan, memperkuat perlindungan warga, serta mewujudkan pembangunan yang aman, melibatkan partisipasi luas, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Provinsi Lampung. (Yani)

6/related/default