Siber99.News // Bandar Lampung - Pembangunan drainase seharusnya menjadi solusi untuk kelancaran saluran air dan mengantisipasi bencana banjir di lingkungan setempat. Namun, proyek drainase di Jalan Pulau Sebesi, Gang D Tebu, Sukarame Baru, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, justru menuai kekecewaan warga karena terkesan dikerjakan asal-asalan dan asal jadi.
Alih-alih menjadi solusi banjir, kondisi drainase yang ada justru berpotensi menjadi sarang nyamuk demam berdarah (DBD) dan ancaman banjir. Pasalnya, pondasi drainase tidak digali beberapa sentimeter, sehingga drainase tersebut terlihat menggantung dan kopong dari permukaan tanah saluran. Akibatnya, air tergenang dan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan warga. Selain itu, susunan batunya pun asal tumpuk dan asal nempel saja.
"Dengan kondisi drainase seperti ini, lebih baik dibongkar saja karena sudah jelas tidak ada kekuatan, karena minim kualitas yang baik. Lantas diperbaiki dengan spesifikasi teknis yang transparan tanpa mengurangi volume yang ada," ujar seorang warga setempat yang menolak untuk disebutkan namanya pada Rabu, 24 Desember 2025.
Kondisi drainase tersebut menuai sorotan negatif dari publik. Warga sekitar khawatir dengan iklim cuaca yang saat ini musim hujan dan takut terjadi banjir. Drainase yang diharapkan menjadi solusi, justru berpotensi menjadi masalah baru.
Dengan terjadinya kasus ini di lapangan, diharapkan menjadi perhatian penuh pihak-pihak terkait, termasuk rekanan pemborong dan Dinas PU Kota maupun Provinsi. Awak media masih berupaya untuk mengonfirmasi secara resmi terkait persoalan ini.
Warga setempat berharap kepada instansi terkait dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk meninjau langsung kondisi drainase tersebut. Jika ada penyimpangan dan penyalahgunaan anggaran di dalam proyek tersebut yang merugikan negara dan rakyat, agar segera diperiksa dan jika terbukti bersalah dilakukan tindakan tegas. (Tim)







