Diduga Miliki Gudang, Heriyanto Terlibat Pengoplosan Pupuk Subsidi di Lampung Selatan

By.Redaksi
By

Siber99news.com // Lampung Selatan, 12 Juni 2026 — Seorang warga bernama Heriyanto diduga memiliki gudang yang dijadikan tempat pengoplosan pupuk bersubsidi di Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas tidak wajar di lokasi tersebut.

 

Berdasarkan pengecekan langsung awak media dan keterangan warga sekitar, di dalam gudang ditemukan sejumlah pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK yang dicampur dengan pupuk non-subsidi serta bahan lain yang tidak memenuhi standar mutu. Diduga, praktik ini dilakukan untuk menambah volume barang guna meraup keuntungan lebih besar, sekaligus mengalihkan pupuk subsidi dari peruntukan resminya bagi petani yang berhak menerimanya.

 

Tindakan tersebut secara tegas melanggar seperangkat peraturan perundang-undangan yang berlaku, antara lain:

 

- Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Perpupukan: Melarang pencampuran atau pemalsuan pupuk, dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda maksimal Rp200 juta.

- Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan: Melarang penimbunan dan penyalahgunaan barang bersubsidi, yang diancam dengan pidana penjara hingga 5 tahun dan denda mencapai Rp5 miliar.

- Peraturan Menteri terkait: Menegaskan bahwa pupuk subsidi hanya boleh diperjualbelikan melalui penyalur resmi dan dilarang dicampur maupun dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.


Praktik pengoplosan ini menimbulkan kerugian ganda: di satu sisi merugikan keuangan negara yang menganggarkan dana subsidi, di sisi lain merugikan petani karena menerima pupuk dengan kualitas tidak terjamin dan kemungkinan dijual dengan harga lebih mahal dari ketentuan.

 

Saat ini, awak media berencana melaporkan hasil temuan lapangan ini kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan ditindak tegas sesuai hukum.

 (Tim)

6/related/default