Siber99News -- Bandar Lampung - Pendirian usaha CV Dalvin Royal Wijaya di kawasan Cakar Budaya Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, menuai protes dari sejumlah warga setempat. Warga menilai, wilayah tersebut seharusnya khusus diperuntukkan bagi sarana pendidikan dan kebudayaan, bukan untuk kegiatan usaha komersial.
Menurut warga, pendirian usaha di kawasan Cakar Budaya telah melanggar aturan zonasi dan dapat merusak citra kawasan tersebut sebagai pusat kebudayaan.
"Kami sangat keberatan dengan pendirian usaha di sini. Ini kan kawasan Cakar Budaya, seharusnya tidak boleh ada kegiatan komersial," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Berdasarkan lampiran Nomor Induk Berusaha (NIB) 2061260082307, usaha mikro ini bergerak di bidang perdagangan eceran peralatan listrik rumah tangga dan perlengkapannya (KBLI 47592), beroperasi di Jl. Putri Balai No.21, RT 03/10, Desa/Kelurahan Kedamaian. Izin usaha telah terbit dan berlaku sejak Januari 2026.
Ketika awak media berkunjung ke lokasi, bertemu langsung dengan Dodi selaku pemilik usaha yang didampingi Hendra sebagai rekannya. Hendra menjelaskan bahwa pendirian usaha tidak dilakukan sembarangan, karena telah mendapatkan persetujuan dari tingkat RT, Lurah, hingga Camat, serta memiliki izin usaha resmi sesuai dokumen yang ada.
“Di wilayah Cakar Budaya ini banyak juga yang membuka usaha, kenapa cuma kami yang dipermasalahkan? Kami juga siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar," ujar Hendra dengan nada menanyakan.
Hendra juga menyampaikan kesediaan untuk mendukung masyarakat sekitar.
“Kalau mereka mau belanja, kami siap beri potongan harga. Bila ada warga yang ingin menjual barang lewat marketplace, silakan saja – sekarang teknologi sudah canggih, bisa pakai sistem online," tambahnya.
Hendra menambahkan, pihaknya siap untuk menghadiri pertemuan di tokoh adat setempat jika ada undangan dari warga.
“Tidak mungkin kami datang begitu saja, minimal ada yang mau mengantar atau ajak kami bertemu dengan pihak tokoh adat, kami siap banget. Kami ingin menjalin komunikasi yang baik dengan warga," pungkasnya.
(Tim)



